Senin, 06 Mei 2013

Kepribadian di Anime yang Kurang Baik Ditiru

Kepribadian di Anime yang Kurang Baik Ditiru




Ilmu psikologi sangat fleksibel dan bisa dikaitkan dengan bermacam-macam fenomena di dunia. Salah satunya anime. Dalam anime, kita dapat melihat banyak sekali unsur-unsur psikologis dalam karakter-karakternya. Terkadang, konflik dalam anime pun melibatkan psikologi, misalnya tentang bagaimana cara memanipulasi orang dengan perkataan. Namun yang paling menarik adalah melihat gangguan kepribadian dalam karakter anime. Banyak karakter anime digambarkan memiliki gangguan kepribadian. Misalnya seorang yandere digambarkan sebagai psikopat. Berikut saya akan mencoba menjelaskan beberapa jenis gangguan kepribadian yang dapat menjadi efek menonton anime secara berlebihan .


Sadistis

Gangguan kepribadian sadistis merupakan pola perilaku yang kejam, merendahkan, dan agresif. Gangguan kepribadian ini biasanya muncul saat masa-masa remaja menginjak dewasa. Penyebab munculnya sifat sadistis diduga karena trauma psikologis yang dialami penderita pada masa kecil. Ciri-ciri gangguan kepribadian ini adalah sebagai berikut:
  1. Memakai kekerasan untuk mendapatkan dominasi dalam sebuah hubungan
  2. Merendahkan atau mempermalukan orang lain di hadapan umum
  3. Tertarik atau merasa senang melihat penderitaan orang lain, bahkan hewan
  4. Berbohong dengan tujuan menyakiti seseorang
  5. Memaksakan kehendaknya pada orang lain melalui kekerasan
  6. Tertarik dengan persenjataan, penyiksaan dan kekerasan
Sebagai contoh adalah karakter yandere, di mana seorang yandere tidak akan segan-segan melakukan kekerasan agar dirinya diperhatikan. Kirishima Shoko (Baka to Test to Shokanju) adalah salah satunya. Dalam anime, yang biasanya memiliki gangguan kepribadian ini adalah tokoh-tokoh jahat antagonis.
Sadistis sering diasosiasikan dengan psikopat. Sebenarnya keduanya agak mirip, hanya saja psikopat termasuk gangguan kepribadian antisosial. Sadistis dapat dibagi menjadi beberapa tipe, antara lain:
  • Explosive sadist: sadistis dengan kepribadian borderline, yang berarti sifat sadisnya muncul sekali-sekali (meledak)
  • Tyrannical sadist: sadistis dengan kepribadian pasif-aggresif
  • Enforcing sadist: sadistis dengan kepribadian kompulsif
  • Spineless sadist: sadistis dengan kepribadian yang suka menghindar
Narcissistic


Gangguan kepribadian narcissistic atau sering disebut “narsissisme” merupakan pola perilaku yang mengagung-agungkan diri sendiri dan segala sesuatu yang berhubungan dengan diri sendiri (egosentris). Penyebab munculnya gangguan kepribadian ini diduga akibat pujian yang berlebihan tanpa adanya feedback atau kritik yang realistis, penghargaan yang terlalu berlebihan dari orang tua, atau akibat pola asuh yang salah.
Seseorang dengan sifat narcissistic biasanya sangat egosentris, tidak bisa menerima pendapat orang lain, tidak peduli pada orang lain, dan memaksakan pandangan pada orang lain. Penderita biasanya tidak bisa menerima kritik. Mereka akan merasa ditolak, dipermalukan, ataupun terancam. Untuk melindungi diri mereka, mereka umumnya bereaksi dengan kemarahan atau perlawanan.
Sebagai contohnya dalam anime adalah Tatsukichi (MM!) saat dia sedang crossdress. Ia dapat dikatakan menderita gangguan kepribadian narcissistic ringan karena pada saat crossdress, ia mengganggap rendah orang-orang di sekitar dengan mengaku-aku bahwa dirinya adalah “Putri”.

Dependent

Gangguan kepribadian dependant atau biasa dikenal sebagai “ketergantungan” merupakan pola perilaku yang menunjukkan ketergantungan psikologis kepada orang lain. Dengan kata lain, penderita harus selalu bergantung kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan material dan psikologis mereka. Penyebab munculnya gangguan kepribadian ini diduga akibat salah pola asuh semasa kecil atau trauma psikologis.
Seseorang dengan gangguan kepribadian ini selalu merasa dirinya tidak mampu melakukan apapun tanpa bantuan orang lain. Mereka memandang bahwa kunci untuk bertahan hidup adalah dengan bantuan orang lain. Mereka juga menganggap bahwa dunia adalah tempat yang kejam dan mereka tidak mempunyai rasa percaya diri sehingga menyerahkan nasib pada orang lain.
Ada banyak jenis gangguan kepribadian ini, salah satunya adalah ineffectual dependant yaitu penderita dengan sifat histrionik yakni selalu mencari-cari perhatian.
Sebagai contoh dalam anime adalah Nagi Sanzenin (Hayate no Gotoku!) di mana ia menunjukkan gangguan kepribadian ini secara jelas. Nagi terbiasa dengan hidup mewah dan dimanja, sehingga mengakibatkan dirinya tidak bisa lepas dari pengasuh-pengasuhnya. Selain Nagi, biasanya gangguan kepribadian ini muncul dalam anime-anime dengan tokoh-tokoh putri bangsawan yang tinggal di kastil-kastil atau rumah megah.

    Schizoid

    Gangguan kepribadian skizoid atau “penyendiri” merupakan perilaku yang menunjukkan ketidaksenangan pada hubungan sosial dan sebuah kecenderungan memilih jalan hidup sebagai seorang penyendiri. Gangguan kepribadian ini muncul akibat orang tua yang tidak memberikan perhatian semasa kecil.
    Seorang skizoid akan menunjukkan sifat-sifat skizofrenia di antaranya:
    • Tidak tertarik dengan hubungan sosial misalnya pertemanan. Biasanya mempunyai sedikit teman dan tidak berniat mencari lagi.
    • Sangat introvert
    • Sering memilih kegiatan sendiri yang tidak perlu melibatkan orang lain
    • Biasanya hidup dalam dunia fantasinya sendiri
    • Tidak bisa menyampaikan perasaan kepada orang lain dengan baik
    Contoh dalam anime adalah Keima Katsuragi (Kami nomizo Shiru Sekai). Ia digambarkan hanya tertarik dengan cewek dalam game dan jarang terlibat dalam sebuah hubungan sosial. Ia asyik dalam dunianya sendiri, dunia game dan tidak terlalu mempedulikan orang lain.
    Sekian dulu dari saya, semoga bisa bermanfaat bagi yang membaca.

Minggu, 05 Mei 2013

Jenis Jenis Otaku

Jenis Jenis Otaku




Karena akhir-akhir ini banyak sekali dari teman-teman para otaku yang mulai terganggu dengan munculnya para otaku-otakuan [sekedar mengaku otaku] tapi pada dasarnya pengetahuan mereka sendiri tentang otaku sangat kurang, jadi aku membuat beberapa tingkatan-tingkatan untuk membedakan tingkatan untuk para Anime Lovers. Dan berikut ini adalah beberapa tingkatannya versi baka otaku noto.

1. Newbie Ini adalah tingkat terbawah versi baka otaku noto, dimana pada tingkat ini orang tersebut masih melihat anime dari acara televisi, baca manga sekedarnya, dan melihat beberapa anime yang sudah terkenal didunia saja.

2. Anime Lovers Kenapa kami memilih sebutan Anime Lovers pada tingkat kedua? ini dikarenakan beberapa faktor, seperti beberapa temanku yang dari luar negeri, mereka tidak mau dianggap sebagai otaku karena mereka merasa pengetahuan mereka tentang anime sangat minim sehingga mereka lebih senang disebut sebagai Anime Lovers daripada Otaku, padahal ketika kami mengobrol di grub, pengetahuan mereka tentang anime, manga, VN, dan lainnya sangat tidak bisa diremehkan. Inilah yang menjadikan perbedaan antara anime lovers indonesia dengan luar negeri. Jika di indonesia banyak para anime lovers yang mengaku-ngaku otaku, padahal pengetahuan mereka sendiri masih sangatlah jauh dibawah level otaku sebenarnya.

3. Otaku Untuk tingkat ketiga ini kami sepakat untuk memilih sebutan Otaku pada peringkat ketiga ini. Seperti yang kita tahu, Otaku bisa juga disebut dengan Anime Addict. Dan sebutan ini pula yang sering menjadi masalah khususnya di indonesia, dimana banyak orang yang mengaku-ngaku dirinya seorang Otaku padahal pengetahuannya sendiri tentang dunia otaku masih sangatlah jauh untuk disebut sebagai Otaku. Dan biasanya orang yang sudah sampai dalam tahap ini, mereka hafal ratusan judul anime, manga, VN, LN, bahkan sampai nama chara dalam anime tersebut bahkan nama karakter pendukung dalam anime/manga mereka hafal. Dan tentu saja berbeda dengan Anime Lovers yang cenderung hanya hafal chara utama, atau chara yang sering muncul saja.

4. Nijicon Jika ada yang masih bingung atau tidak tahu apa itu nijicon, kalian dapat membacanya dalam postingan sebelumnya yang berjudul "Otaku Education atau Kamus Otaku" nah untuk level selanjutnya ini kami sepakat untuk menempatkan Nijicon pada tingkat ke empat, karena memang pada dasarnya nijicon sendiri adalah sebutan bagi mereka orang-orang yang suka pada suatu anime hingga mereka berani mengklaim chara yang dia cintai sebagai istrinya. Dan ketika aku mewawancarai beberapa teman dari grub dan forum anime yang juga seorang nijicon, ternyata mereka benar-benar merasakan jatuh cinta pada chara favoritnya dengan perasaan yang sama seperti ketika mereka jatuh cinta pada wanita biasanya. Soal wawasan nijicon jangan ditanya, pengetahuan mereka tentang bidang ini sangatlah luas dan tidak bisa diremehkan.(psstt one of admin in here is nijicon too).

5.Hikikomori Untuk tingkat teratas kami bertiga sepakat untuk menempatkan hikikomori dalam tingkat ini. Hikikomori atau yang biasa disebut dengan introvert adalah sebutan bagi mereka yang seluruh otaknya hanya berisi anime, manga, VN,LN, tokusatsu, dll. sedangkan untuk soal wawasan para hikikomori jangan ditanya lagi, mereka dapat tahu nama chara hanya dengan melihat dari kaki, mata, atau bahkan pakaian mereka saja. Dan biasanya para hikikomori mengetahui ribuan judul anime, manga, VN, LN, dll bahkan yang sudah sangat lama pun mereka masih mengingatnya. Itulah lima tingkatan bagi para anime lovers versi Baka Otaku Noto, jadi silakan kalian intropeksi lagi diri kalian, kalian berada ditingkat apa saat ini. Jika memang kalian masih berada pada tingkat bawah ex : Anime Lovers jangan sekali-kali mengaku sebagai Otaku, Nijicon, atau bahkan Hikikomori. Karena jika sampai kalian mengaku sebagai seorang hikikomori misalnya dan kalian bertemu dengan seorang hikikomori yang sebenarnya lalu pengetahuan kalian hanya sebatas Anime Lovers maka kalian sama saja menjelekan nama baik kalian sendiri. Dan seperti kata pepatah dulu "jadilah seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk" Dan untuk menjadi seorang Anime Lovers, Otaku, Nijicon, bahkan Hikikomori tidak berdasarkan usia, tapi yang dibutuhkan adalah wawasan dalam bidang itu.

Otaku Detection

Otaku Detection




Mungkin tidak banyak orang mengenal istilah “otaku”. Bukan, bukan otakku, tapi O-T-A-K-U (hehe). Di Indonesia, Otaku biasanya identik dengan orang-orang yang menggemari hal-hal yang berbau Jepang. Biasanya sih para pecinta manga atau anime. (saya pun mungkin bisa dibilang masuk dalam kalangan otaku. Hehe). Tapi sebenarnya otaku merupakan sebuah kata dalam bahasa Jepang yang berarti orang yang terobsesi atau adiksi terhadap hobi mereka. Bisa dibilang maniak mungkin dalam bahasa Indonesia. Tak hanya anime atau manga. Pecinta game, dorama, pokoknya semua orang yang sangat terobsebi akan apapun yang mereka sukai, over dalam menyukainya dapat termasuk dalam kalangan otaku.
Hmm… Tapi tulisan saya kali ini tidak akan membahas lebih jauh tentang jenis-jenis otaku yang ada. Saya akan lebih membahas tingkatan “terparah” bagi seorang otaku yaitu Nijikon.
NIJIKON, yang merupakan kependekan dari nijigen konpurekkusu (two dimensions complex) adalah istilah slang dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang memiliki obsesi dan rasa cinta yang berlebihan terhadap satu atau lebih karakter dalam anime, manga, atau video game. Karakter tersebut biasanya dijadikan pasangan (suami/istri) dari sang penderita sindrom nijikon tersebut. Orang yang menderita sindrom ini biasanya memiliki ketakutan atau kebencian terhadap makhluk tiga dimensi baik sesama jenis maupun lawan jenis. Bisa dipastikan orang ini juga tidak bisa bersosialisasi bahkan tidak tertarik sama sekali untuk menjalin hubungan sengan sesama manusia. Dan yang paling parah adalah ia bahkan tidak punya ketertarikan seksual terhadap lawan jenisnya!
Sindrom nijikon biasanya lebih banyak menyerang pria. Karena para wanita biasanya lebih menggemari drama-drama yang menampilkan pria-pria tampan dibanding tokoh anime dua dimensi (saya salah satunya). Tidak semua otaku itu nijikon. Para otaku biasanya tidak pernah mengakui dirinya sebagai penderita nijikon. (saya 100% bukan nijikon lho..) Tapi bisa dipastikan sebagian besar nijikon berasal dari kalangan otaku.
Ada dua kasus nijikon yang cukup mengerikan yang saya peroleh. Yang pertama adalah seorang otaku Jepang berusia 27 tahun dengan username sal 9000 menikahi karakter Nene Anegasaki dari game virtual dating Love Plus pada konsol Nintendo DS. Kasus yang kedua adalah Lee Jin-gyu, seorang pria korea yang menikahi dakimakura (bantal bergambarkan karakter anime secara utuh) miliknya, Fate Testarossa. Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan menyelenggarakan upacara pernikahan secara formal lho! (Ckckck, sayang uangnya padahal…)
Nah, sekarang mari kita buktikan apakah kita (saya juga) adalah nijikon atau bukan. Berikut ciri-ciri penderita nijikon:

1. Mengaku-ngaku sebagai pasangan (suami/istri) dari karakter anime/manga yang disukainya. (Hmm.. saya memang menyukai karakter Kudo Shinichi dalam anime Detektif Conan dan Kazehaya Shouta dalam Kimi ni Todoke [nggak cuma itu sih..hehe], tapi saya tidak pernah mengakui beliau-beliau itu sebagai suami saya lho.. Hoho…)
2. Mengubah nama aslinya dengan menghubungkan namanya dengan karakter anime/manga favoritnya, atau mengubah namanya dengan nama berbau Jepang. (Oke, saya memakai nama Edogawa. Salah satu ciri penderita!)
3. Memasang foto karakter anime/manga favoritnya di situs-situs jejaringan sosial sebagai foto utama, biasanya ditambah embel-embel yang menyatakan kecintaannya terhadap karakter tersebut. (wow, saya pernah! Shinichi-kun cinta pertama saya sih…)
4. Untuk membeli barang-barang yang berkaitan dengan karakter/manga favoritnya seorang penderita nijikon rela menghabiskan uangnya. (Tak bisa dipungkiri, rata-rata otaku memang begitu. Tapi saya masih mikir-mikir juga sih kalau ingin membeli merchandise anime… Tergantung keadaan kantong.. hehe)
5. Menghabiskan waktunya dengan menonton anime, membaca manga, atau game-game yang berkaitan dengan anime/manga favoritnya. (Ini sih pasti iya. Tapi itu kalau lagi senggang lho! Siswa yang baik harus menjadikan belajar sebagai prioritas ‘kan? hoho)
6. Cenderung kurang bersosialisasi di dunia nyata. Kalaupun bersosialisasi mungkkin hanya dengan sesama penggemar anime/manga saja, atau dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama dengannya. (Memang sih akan lebih seru dan menyenangkan jika bisa dekat dengan orang yang sehobi dan ‘nyambung’ jika kita membicarakan hobi kita. Seorang otaku sangat butuh otaku lainnya bukan? Tapi saya masih bisa bersosialisasi kok sama manusia. Kalau tidak, sepertinya saya akan ogah membuat blog seperti ini ya?)

7. Biasanya belum memiliki pacar/pasangan dan tidak tertarik dengan manusia nyata. (Yaah.. saya memang belum punya pacar. Belum ingin tepatnya. Saya toh masih SMA. haha)
8. Sering melamun dan selalu beranggapan bahwa karakter favoritnya ada di dekatnya. (tidaaaakkk.. tidak sampai segitunya..)

9. Merasa benci terhadap karakter lain yang dekat dengan karakter yang disukainya. (sebel sih kalau karakter yang deket itu nggak kita sukai. Tapi saya merestui 100% Mouri Ran dengan Shinichi dan Kazehaya dengan Kuronuma Sawako kok. Asal tidak pindah ke karakter lain aja…)
Nah, apakah kalian positif menderita sindrom nijikon? Kalo iya, cepat-cepat ke psikiater terdekat ya! Saya sih masih aman nampaknya. Masih ada makhluk tiga dimensi ciptaan Allah swt yang saya cintai dan idolakan kok. Bagaimanapun juga ciptaan manusia tidak akan pernah bisa disandingkan dengan makhluk ciptaan Sang Khalik bukan?
Sumber: Wikipedia. Majalah Animonster volume 142 edisi Januari 2011.

Jumat, 19 April 2013

Pengaruh Teknologi Terhadap Manusia


Pengaruh Teknologi Terhadap Manusia



A.                  Latar belakang masalah

Manusia adalah makhluk yang diciptakan allah dengan beberapa kelebihan antara lain mempunyai akal. Dengan akal yang dimilikinya manusia mampu menciptakan peradaban untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya yang berlangsung secara terus menerus dari generasi ke generasi.

Dalam perjalanan sejarahnya, manusia telah memasuki peradaban modern yang lahir dari dunia barat (Eropa). Peradaban modern identik dengan kehidupan keserbabendaan. Sedangkan modernisasi merupakan ciri peradaban maju yang dalam sosiologi berkonotasi perubahan sosial masyarakat yang kurang maju untuk mencapai tahap yang telah dialami oleh masyarakat maju.

Dan pada masa kini manusia dan teknologi adalah dua kata yang tak bisa dipisahkan pada era modern pada saat ini. Kita tahu bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, seakan-akan memudahkan dan memanjakan manusia dalam menjalankan aktivitas kehidupannya. Hubungan manusia dan teknologi ini bisa temui disetiap aktivitas yang kita lakukan, Manusia tak akan pernah lepas dari sebuah Teknologi. Sehingga Teknologi saat ini, merupakan bagian dari kebutuhan pokok yang harus wajib dirasakan dan dinikmati manfaatnya, selain kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, dan papan.

berkembangnya Teknologi yang semakin pesat saat ini, hal itu tak lepas dari peranan manusia itu sendiri dalam menciptakan Teknologi-Teknologi yang Baru. Kebutuhan manusia akan sebuah teknologi baru guna memudahkan manusia dalam beraktivitas merupakan faktor utama terciptanya teknologi baru. Gaya konsumtif manusia terhadap sebuah teknologi yang sangat besar inilah, sehingga mendorong manusia-manusia itu sendiri untuk menciptakan alat teknologi baru. Oleh Karena atas dasar hal inilah, perkembangan teknologi baru merupakan simbol dari titik majunya peradaban manusia. Dan hal inilah yang juga menjadi faktor agar manusia dituntut untuk belajar dan memanfaatkan teknologi itu sendiri, jika ia tidak ingin dikatakan ketinggalan zaman.

Teknologi pada intinya adalah alat-alat ciptaan manusia yang ditemukan untuk memudahkan manusia menjalankan aktivitas kehidupannya. Tetapi pada kenyataannya saat ini, teknologi tidak hanya memiliki fungsi seperti demikian. Teknologi sekarang menjelma menjadi bagian hidup dan gaya hidup dari setiap manusia itu sendiri, banyak fungsi teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Misalnya Kita tau, bahwa teknologi pada saat ini bisa memudahkan kita sebagai manusia dalam berkomunikasi, seolah-olah jarak antara manusia yang satu dengan manusia yang berada di belahan dunia lain itu sangat dekat. Dimana pada zaman dahulu, hal ini tidak mungkin bisa dirasakan manusia, atau bahkan berkomunikasi dengan manusia di belahan dunia lain merupakan hal yang tidak masuk akal saat belum ditemukannya teknologi seperti yang bisa kita rasakan saat ini.

Sebagai manusia yang hidup di era modern seperti ini, Disisi Lain teknologi tak hanya menjadi sebuah benda-benda yang bernilai manfaat positif saja. Tetapi masih banyak hal juga dari sisi negatif yang perlu ditinjau kembali dan diwaspadai dari berkembangnya Teknologi saat ini. Sebab benda-benda teknologi tak hanya memudahkan kita manusia, tetapi sekarang seolah-olah manusia diperbudak oleh sebuah Teknologi. Jika ada teknologi baru, kita manusia cenderung akan ingin mengetahui, menggunakan, dan membeli produk teknologi baru tersebut. Sehingga keingintahuan kita sebagai manusia, yang paradigmanya “manusia perlu teknologi” sekarang telah berubah menjadi “manusia sangat butuh Teknologi”. Dari hal ini, dapat disimpulkan di era sekarang.

Manusia telah dijajah oleh Perkembangan teknologi, bahkan contoh yang lainnya ada beberapa manusia yang merasa bahwa dirinya tidak bisa hidup tanpa teknologi. Terutama teknologi alat komunikasi, misalnya Gadget atau BlackBerry yang memudahkan mereka untuk bersosialisasi dengan Manusia yang lainnya. Dimana setiap berpergian kemanapun, sebelum melakukan aktivitas apapun, manusia cenderung tidak akan pernah lupa menggenggam Gadget atau BlackBerry-nya. Menuliskan semua aktivitasnya dan memandang keasyikan dari alat teknologi yang dimilikinya. Sehingga suatu saat, bahaya dari teknologi ini sendiri. Mungkin saja terjadi, sebuah budaya kecenderungan manusia lebih suka berkomunikasi melalui alat teknologi daripada melalui kehidupan nyata.

Fenomena perkembangan teknologi dan Manusia saat ini yaitu Teknologi sebagai gaya hidup, merupakan sebuah kiasan bagi manusia itu sendiri sebagai pengguna teknologi. Banyak dari manusia yang mengikuti perkembangan teknologi. Pada dasarnya mereka hanya ingin menyesuaikan kebutuhan hidupnya dari manfaat perkembangan teknologi itu sendiri. Dapat dikatakan penggunaan teknologi itu tergantung dengan kebutuhan penggunanya itu sendiri, sehingga karakter benda teknologi yang digunakan oleh seseorang, adalah cerminan dari gaya hidup orang itu sendiri. Tetapi masih banyak juga manusia yang hanya menggunakan teknologi tidak hanya karena kebutuhannya, tetapi karena Gengsi agar tidak di cap sebagai Manusia yang ketinggalan zaman. Atau bahkan hanya ingin memiliki benda-benda teknologi yang kini sedang menjadi tren, sehingga ia hanya ikut-ikutan untuk menggunakan dan memanfaatkan alat teknologi tersebut.

Teknologi dan manusia tak akan pernah bisa dipisahkan. Manusia selamanya akan tetap membutuhkan teknologi dalam memudahkan aktivitasnya. Manfaat dari teknologi akan bisa dirasakan apabila manusia itu sendiri bijak dalam menggunakannya. Sehingga Teknologi yang terus berkembang kelak mungkin akan terus membawa ke kehidupan peradaban manusia yang lebih maju dari era sekarang yang kita alami. Dan bahkan mungkin dengan teknologi-teknologi kelak yang belum diketemukan, hal yang saat ini belum tentu bisa kita lakukan sebagai manusia. Mungkin saja suatu saat bisa kita lakukan atas manfaat dari sebuah penemuan teknologi.

B.       Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat ditarik rumusan masalah, sebagai berikut:
1.      Bagaimana peran pendidikan dalam mengatasi dampak negatif perkembangan internet.
2.      Apa saja bentuk pengembangan nilai-nilai pendidikan untuk mengatasi dampak negatif perkembangan internet.

C.      Kajian Pustaka

Beberapa hasil penelitian sebelumnya yang ada hubungannya dengan karya ilmiah ini, antara lain dalam skripsinya Muhammad Amin yang berjudul “Pendidikan Islam Sebagai Alternatif Dalam Mengatasi Modernisasi (Antisipasi tantangan peradaban masa kini), mengungkapkan bahwa pendidikan islam harus dapat mengembangkan kecerdasan manusia dalam bidang IPTEK yang dapat dijadikan senjata dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, baik dimasa kini maupun dimasa yang akan datang . pendidikan juga harus dapat mengembangkan dan menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan, sehingga manusia akan mampu menerapkan IPTEK sebahai media atau sarana untuk hal hal yang positif.

D.       Landasan Teori

1.               Pengertian Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Filosofi pendidikan

Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.

Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?]

Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

 

Fungsi pendidikan

Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
·         Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
·         Melestarikan kebudayaan.
·         Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
·         Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
·         Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
·         Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
·         Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
·         Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
·         Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
·         Menjamin integrasi sosial.
·         Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
·         Sumber inovasi sosial.

2.               Pengertian Teknologi Internet

Teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indera, dan otak manusia.

Sedangkan internet atau interconnection and networking adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia.[11] Atau dengan kata lain, internet adalah jaringan global yang menghubungkan jutaan komputer di seluruh dunia, dimana komputer yang tersambung di internet menyediakan informasi yang terbuka untuk umum sehingga pemakai internet akan dapat menghubungi banyak komputer kapan saja dan dimana saja untuk mengirim berita, memperoleh informasi ataupun mentrasfer data.

Sehubungan dengan luasnya cakupan dari internet dari pembahasan internet ini, maka peneliti akan memfokuskan penelitian pada Internet Sebagai Alat Komunikasi. Selain berperan sebagai  sumber informasi internet juga merupakan seuah alat komunikasi. Beberapa fasilitas yang ditawarkan internet sebagai alat komunikasi, antara lain:

a.              Email

Email atau electronik mail (surat elektronik) memiliki persamaan fungsi dengan pos atau giro. Perbedaan antara keduanya teretak pada media penyimpanan pesan.

b.      Mailing List (milis)

Mailing list merupakan perluasan penggunaan email dengan fasilitas ini pengguna yang telah memiliki alamat email bisa bergabung dalam suatu kelompok diskusi. Komunikasi melalui milis ini memiliki sifat yang sama dengan email yaitu bersifat un-real time.
c.       Chatting

Internet Relay Chat atau IRC yang sering disebut dengan Chat atau Chatting adalah forum diskusi online para pengguna internet dengan menggunakan tulisan sebagai alat untuk berdiskusi. Program yang sering digunakan untuk chatting ini adalah mIRC atau Yahoo Messenger.
d.      Jejaring sosial

Jejaring sosial merupakan sebuah trobosan baru dalam mencari teman atau relasi baru. Ada beberapa bentuk jejaring sosial yang sering digunakan pada saat ini. Misal : facebook, twitter friendster, BBM, WhatsUp.




3.               Dampak positif dan negatif akibat perkembangan teknologi internet

Di bawah ini akan dijelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet :

a.       Dampak Positif

1)      Internet sebagai media komunikasi merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

2)      Media pertukaran data dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

3)      Media untuk mencari informasi atau data perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

4)      Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga kita tahu apa saja yang terjadi.

5)       Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.

6)      Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
b.      Dampak Negatif

1)      Pornografi anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.

2)      Penipuan hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu.

3)      Bisa membuat seseorang kecanduan terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Jadi internet tergantung pada pemakainya bagaimana cara mereka dalam menggunakan teknologi itu, namun semestinya harus ada batasan-batasan dan norma-norma yang harus mereka pegang teguh walaupun bersentuhan dengan internet atau di dalam dunia maya.


E.       Kesimpulan

Agar penggunaan TIK lebih optimal dan di jalankan dengan baik dan benar, berikut ada beberapa metode pemecahan masalah agar dampak negatif dari TIK dapat tertanggulangi.

a. Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan TIK. Analisis untung ruginya pemakaian.

b. Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.

c. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.

d. Perlu ada kesadaran peran dan kerjasama antara seluruh pengguna lanyanan TIK.

e. Menggunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan. V


DAFTAR PUSTAKA


Jumat, 22 Maret 2013

Hukum



Hukum

KELOMPOK 6
Anggota kelompok : 111402042 - Eryco Elditia 
                                 111402044 - Tifani Zata Lini F Y
                                 111402080 - Karina Ginting 
                                 111402084 - Rizky Aulia 
                                
Tokoh Hukum Teori Belajar



•Edward Lee "Ted" Thorndike 
  (31 Agustus 1874 - 9 Agustus 1949) 
Teori Belajar

Thorndike


Teori belajar Thorndike dikenal dengan “Connectionism” (Slavin, 2000). Hal ini terjadi karena menurut pandangan Thorndike bahwa belajar merupakan proses interaksi antara stimulus dan respon. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Teori dari Thorndike dikenal pula dengan sebutan “Trial and error” dalam menilai respon-respon yang terdapat bagi stimulus tertentu.
Hukum Teori Koneksionisme
•Hukum kesiapan
yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh perubahan tingkah laku maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.
•Hukum latihan
Yaitu semakin sering suatu tingkah laku diulang/dilatih(digunakan) maka asosiasi tersebut akan semakin kuat.
•Hukum Akibat
Yaitu hubungan stimulus respons cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan.




•Ivan Petrovich Pavlov 
  (26 September 1849 - 27 Februari 1936)
Teori Conditioning

Classic conditioning ( pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan


Hukum

1). Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. 
2). Law of Respondent Extinction
 yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun.


Hukuman
•Selain digunakan penguatan, terkadang digunakan juga Hukuman.
•Hukuman adalah stimulus yang menurunkan kemungkinan bahwa perilaku akan kembali terjadi.
•Hukuman sering kali merupakan rute tercepat untuk mengubah perilaku yang jika diizinkan untuk berlanjut, dapat membahayakan bagi seorang individu.
•Sama seperti Penguatan, Hukuman juga terbagi atas 2, Hukuman positif dan Hukuman negatif.

Contoh Konkrit di Dunia IT

•Hukum dalam dunia IT seperti diberlakukannya hukuman terhadap tindak kejahatan yang dilakukan para Cracker sesuai kerusakan yang ditimbulkan berdasarkan sudut pandang hukum pidana dan perdata.
•Hukum yang menindakpidana terhadap orang yang melakukan tindak plagiarisme yang berhubungan dengan teknologi.
•Hukuman bagi mahasiswa yang melakukan plagiarisme pada tugas kuliahnya.
Hukuman terhadap mahasiswa jika terlambat masuk tidak akan diberi masuk kuliah.

Hasil diskusi kami 
-Memang harus diakui bahwa pertimbangan untuk menentukan bersalah atau tidak bersalahnya seorang terdakwa adalah berdasarkan dua (2) alat bukti yang sah, sesuai dengan KUHP yang berlaku. Sementara aspek psikologis lebih berperan dalam menentukan berapa lama hukuman yang diterima terdakwa. Pada kasus khusus, aspek psikologis sangat menentukan, misalkan seorang terdakwa yang mengalami gangguan jiwa, maka hukuman tidak dapat diberikan, alias bebas. Hasil penelitian Probowati (1996) menunjukkan bahwa perilaku terdakwa selama proses persidangan akan memberi andil lamanya seseorang dihukum, artinya semakin baik perilakunya, maka hukumannya cenderung lebih ringan dibandingkan dengan berperilaku negatif selama persidangan.
Sebagai suatu ilmu yang mempelajari perilaku dan proses mental manusia, psikologi memiliki peran penting dalam penegakan hukum di Indonesia. Peran psikologi terutama pada aparat penegak hukum (polisi, jaksa, hakim, petugas lapas) dan pihak-pihak yang terlibat (saksi, pelaku dan korban). Selain itu, psikologi juga berperan pada sistem hukum dan warga yang terkena cakupan hukum.
- Oleh karena itu kami simpulkan bahwa hukuman atau hukum itu memiliki hal positif dan negatif bagi si penerima hukuman tersebut.
   contohnya : (positif) seseorang akan tersadar akan kesalahan yang  dia perbuat
                     (negatif) mungin jika hukuman itu terasa sangat menyakitkan bagi penerima hukuman akan  menerima tekanan sikis bagi penerima yg cenderung tidak baik.

Sumber Referensi
•www.wikipedia.com
•Feldman, Robert S. 2012. Pengantar Psikologi. Jakarta : Salemba Humanika.