Senin, 06 Mei 2013

Kepribadian di Anime yang Kurang Baik Ditiru

Kepribadian di Anime yang Kurang Baik Ditiru




Ilmu psikologi sangat fleksibel dan bisa dikaitkan dengan bermacam-macam fenomena di dunia. Salah satunya anime. Dalam anime, kita dapat melihat banyak sekali unsur-unsur psikologis dalam karakter-karakternya. Terkadang, konflik dalam anime pun melibatkan psikologi, misalnya tentang bagaimana cara memanipulasi orang dengan perkataan. Namun yang paling menarik adalah melihat gangguan kepribadian dalam karakter anime. Banyak karakter anime digambarkan memiliki gangguan kepribadian. Misalnya seorang yandere digambarkan sebagai psikopat. Berikut saya akan mencoba menjelaskan beberapa jenis gangguan kepribadian yang dapat menjadi efek menonton anime secara berlebihan .


Sadistis

Gangguan kepribadian sadistis merupakan pola perilaku yang kejam, merendahkan, dan agresif. Gangguan kepribadian ini biasanya muncul saat masa-masa remaja menginjak dewasa. Penyebab munculnya sifat sadistis diduga karena trauma psikologis yang dialami penderita pada masa kecil. Ciri-ciri gangguan kepribadian ini adalah sebagai berikut:
  1. Memakai kekerasan untuk mendapatkan dominasi dalam sebuah hubungan
  2. Merendahkan atau mempermalukan orang lain di hadapan umum
  3. Tertarik atau merasa senang melihat penderitaan orang lain, bahkan hewan
  4. Berbohong dengan tujuan menyakiti seseorang
  5. Memaksakan kehendaknya pada orang lain melalui kekerasan
  6. Tertarik dengan persenjataan, penyiksaan dan kekerasan
Sebagai contoh adalah karakter yandere, di mana seorang yandere tidak akan segan-segan melakukan kekerasan agar dirinya diperhatikan. Kirishima Shoko (Baka to Test to Shokanju) adalah salah satunya. Dalam anime, yang biasanya memiliki gangguan kepribadian ini adalah tokoh-tokoh jahat antagonis.
Sadistis sering diasosiasikan dengan psikopat. Sebenarnya keduanya agak mirip, hanya saja psikopat termasuk gangguan kepribadian antisosial. Sadistis dapat dibagi menjadi beberapa tipe, antara lain:
  • Explosive sadist: sadistis dengan kepribadian borderline, yang berarti sifat sadisnya muncul sekali-sekali (meledak)
  • Tyrannical sadist: sadistis dengan kepribadian pasif-aggresif
  • Enforcing sadist: sadistis dengan kepribadian kompulsif
  • Spineless sadist: sadistis dengan kepribadian yang suka menghindar
Narcissistic


Gangguan kepribadian narcissistic atau sering disebut “narsissisme” merupakan pola perilaku yang mengagung-agungkan diri sendiri dan segala sesuatu yang berhubungan dengan diri sendiri (egosentris). Penyebab munculnya gangguan kepribadian ini diduga akibat pujian yang berlebihan tanpa adanya feedback atau kritik yang realistis, penghargaan yang terlalu berlebihan dari orang tua, atau akibat pola asuh yang salah.
Seseorang dengan sifat narcissistic biasanya sangat egosentris, tidak bisa menerima pendapat orang lain, tidak peduli pada orang lain, dan memaksakan pandangan pada orang lain. Penderita biasanya tidak bisa menerima kritik. Mereka akan merasa ditolak, dipermalukan, ataupun terancam. Untuk melindungi diri mereka, mereka umumnya bereaksi dengan kemarahan atau perlawanan.
Sebagai contohnya dalam anime adalah Tatsukichi (MM!) saat dia sedang crossdress. Ia dapat dikatakan menderita gangguan kepribadian narcissistic ringan karena pada saat crossdress, ia mengganggap rendah orang-orang di sekitar dengan mengaku-aku bahwa dirinya adalah “Putri”.

Dependent

Gangguan kepribadian dependant atau biasa dikenal sebagai “ketergantungan” merupakan pola perilaku yang menunjukkan ketergantungan psikologis kepada orang lain. Dengan kata lain, penderita harus selalu bergantung kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan material dan psikologis mereka. Penyebab munculnya gangguan kepribadian ini diduga akibat salah pola asuh semasa kecil atau trauma psikologis.
Seseorang dengan gangguan kepribadian ini selalu merasa dirinya tidak mampu melakukan apapun tanpa bantuan orang lain. Mereka memandang bahwa kunci untuk bertahan hidup adalah dengan bantuan orang lain. Mereka juga menganggap bahwa dunia adalah tempat yang kejam dan mereka tidak mempunyai rasa percaya diri sehingga menyerahkan nasib pada orang lain.
Ada banyak jenis gangguan kepribadian ini, salah satunya adalah ineffectual dependant yaitu penderita dengan sifat histrionik yakni selalu mencari-cari perhatian.
Sebagai contoh dalam anime adalah Nagi Sanzenin (Hayate no Gotoku!) di mana ia menunjukkan gangguan kepribadian ini secara jelas. Nagi terbiasa dengan hidup mewah dan dimanja, sehingga mengakibatkan dirinya tidak bisa lepas dari pengasuh-pengasuhnya. Selain Nagi, biasanya gangguan kepribadian ini muncul dalam anime-anime dengan tokoh-tokoh putri bangsawan yang tinggal di kastil-kastil atau rumah megah.

    Schizoid

    Gangguan kepribadian skizoid atau “penyendiri” merupakan perilaku yang menunjukkan ketidaksenangan pada hubungan sosial dan sebuah kecenderungan memilih jalan hidup sebagai seorang penyendiri. Gangguan kepribadian ini muncul akibat orang tua yang tidak memberikan perhatian semasa kecil.
    Seorang skizoid akan menunjukkan sifat-sifat skizofrenia di antaranya:
    • Tidak tertarik dengan hubungan sosial misalnya pertemanan. Biasanya mempunyai sedikit teman dan tidak berniat mencari lagi.
    • Sangat introvert
    • Sering memilih kegiatan sendiri yang tidak perlu melibatkan orang lain
    • Biasanya hidup dalam dunia fantasinya sendiri
    • Tidak bisa menyampaikan perasaan kepada orang lain dengan baik
    Contoh dalam anime adalah Keima Katsuragi (Kami nomizo Shiru Sekai). Ia digambarkan hanya tertarik dengan cewek dalam game dan jarang terlibat dalam sebuah hubungan sosial. Ia asyik dalam dunianya sendiri, dunia game dan tidak terlalu mempedulikan orang lain.
    Sekian dulu dari saya, semoga bisa bermanfaat bagi yang membaca.

Minggu, 05 Mei 2013

Jenis Jenis Otaku

Jenis Jenis Otaku




Karena akhir-akhir ini banyak sekali dari teman-teman para otaku yang mulai terganggu dengan munculnya para otaku-otakuan [sekedar mengaku otaku] tapi pada dasarnya pengetahuan mereka sendiri tentang otaku sangat kurang, jadi aku membuat beberapa tingkatan-tingkatan untuk membedakan tingkatan untuk para Anime Lovers. Dan berikut ini adalah beberapa tingkatannya versi baka otaku noto.

1. Newbie Ini adalah tingkat terbawah versi baka otaku noto, dimana pada tingkat ini orang tersebut masih melihat anime dari acara televisi, baca manga sekedarnya, dan melihat beberapa anime yang sudah terkenal didunia saja.

2. Anime Lovers Kenapa kami memilih sebutan Anime Lovers pada tingkat kedua? ini dikarenakan beberapa faktor, seperti beberapa temanku yang dari luar negeri, mereka tidak mau dianggap sebagai otaku karena mereka merasa pengetahuan mereka tentang anime sangat minim sehingga mereka lebih senang disebut sebagai Anime Lovers daripada Otaku, padahal ketika kami mengobrol di grub, pengetahuan mereka tentang anime, manga, VN, dan lainnya sangat tidak bisa diremehkan. Inilah yang menjadikan perbedaan antara anime lovers indonesia dengan luar negeri. Jika di indonesia banyak para anime lovers yang mengaku-ngaku otaku, padahal pengetahuan mereka sendiri masih sangatlah jauh dibawah level otaku sebenarnya.

3. Otaku Untuk tingkat ketiga ini kami sepakat untuk memilih sebutan Otaku pada peringkat ketiga ini. Seperti yang kita tahu, Otaku bisa juga disebut dengan Anime Addict. Dan sebutan ini pula yang sering menjadi masalah khususnya di indonesia, dimana banyak orang yang mengaku-ngaku dirinya seorang Otaku padahal pengetahuannya sendiri tentang dunia otaku masih sangatlah jauh untuk disebut sebagai Otaku. Dan biasanya orang yang sudah sampai dalam tahap ini, mereka hafal ratusan judul anime, manga, VN, LN, bahkan sampai nama chara dalam anime tersebut bahkan nama karakter pendukung dalam anime/manga mereka hafal. Dan tentu saja berbeda dengan Anime Lovers yang cenderung hanya hafal chara utama, atau chara yang sering muncul saja.

4. Nijicon Jika ada yang masih bingung atau tidak tahu apa itu nijicon, kalian dapat membacanya dalam postingan sebelumnya yang berjudul "Otaku Education atau Kamus Otaku" nah untuk level selanjutnya ini kami sepakat untuk menempatkan Nijicon pada tingkat ke empat, karena memang pada dasarnya nijicon sendiri adalah sebutan bagi mereka orang-orang yang suka pada suatu anime hingga mereka berani mengklaim chara yang dia cintai sebagai istrinya. Dan ketika aku mewawancarai beberapa teman dari grub dan forum anime yang juga seorang nijicon, ternyata mereka benar-benar merasakan jatuh cinta pada chara favoritnya dengan perasaan yang sama seperti ketika mereka jatuh cinta pada wanita biasanya. Soal wawasan nijicon jangan ditanya, pengetahuan mereka tentang bidang ini sangatlah luas dan tidak bisa diremehkan.(psstt one of admin in here is nijicon too).

5.Hikikomori Untuk tingkat teratas kami bertiga sepakat untuk menempatkan hikikomori dalam tingkat ini. Hikikomori atau yang biasa disebut dengan introvert adalah sebutan bagi mereka yang seluruh otaknya hanya berisi anime, manga, VN,LN, tokusatsu, dll. sedangkan untuk soal wawasan para hikikomori jangan ditanya lagi, mereka dapat tahu nama chara hanya dengan melihat dari kaki, mata, atau bahkan pakaian mereka saja. Dan biasanya para hikikomori mengetahui ribuan judul anime, manga, VN, LN, dll bahkan yang sudah sangat lama pun mereka masih mengingatnya. Itulah lima tingkatan bagi para anime lovers versi Baka Otaku Noto, jadi silakan kalian intropeksi lagi diri kalian, kalian berada ditingkat apa saat ini. Jika memang kalian masih berada pada tingkat bawah ex : Anime Lovers jangan sekali-kali mengaku sebagai Otaku, Nijicon, atau bahkan Hikikomori. Karena jika sampai kalian mengaku sebagai seorang hikikomori misalnya dan kalian bertemu dengan seorang hikikomori yang sebenarnya lalu pengetahuan kalian hanya sebatas Anime Lovers maka kalian sama saja menjelekan nama baik kalian sendiri. Dan seperti kata pepatah dulu "jadilah seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk" Dan untuk menjadi seorang Anime Lovers, Otaku, Nijicon, bahkan Hikikomori tidak berdasarkan usia, tapi yang dibutuhkan adalah wawasan dalam bidang itu.

Otaku Detection

Otaku Detection




Mungkin tidak banyak orang mengenal istilah “otaku”Bukan, bukan otakku, tapi O-T-A-K-U (hehe). Di Indonesia, Otaku biasanya identik dengan orang-orang yang menggemari hal-hal yang berbau Jepang. Biasanya sih para pecinta manga atau anime. (saya pun mungkin bisa dibilang masuk dalam kalangan otaku. Hehe). Tapi sebenarnya otaku merupakan sebuah kata dalam bahasa Jepang yang berarti orang yang terobsesi atau adiksi terhadap hobi mereka. Bisa dibilang maniak mungkin dalam bahasa Indonesia. Tak hanya anime atau manga. Pecinta game, dorama, pokoknya semua orang yang sangat terobsebi akan apapun yang mereka sukai, over dalam menyukainya dapat termasuk dalam kalangan otaku.
Hmm… Tapi tulisan saya kali ini tidak akan membahas lebih jauh tentang jenis-jenis otaku yang ada. Saya akan lebih membahas tingkatan “terparah” bagi seorang otaku yaitu Nijikon.
NIJIKON, yang merupakan kependekan dari nijigen konpurekkusu (two dimensions complex) adalah istilah slang dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang memiliki obsesi dan rasa cinta yang berlebihan terhadap satu atau lebih karakter dalam anime, manga, atau video game. Karakter tersebut biasanya dijadikan pasangan (suami/istri) dari sang penderita sindrom nijikon tersebut. Orang yang menderita sindrom ini biasanya memiliki ketakutan atau kebencian terhadap makhluk tiga dimensi baik sesama jenis maupun lawan jenis. Bisa dipastikan orang ini juga tidak bisa bersosialisasi bahkan tidak tertarik sama sekali untuk menjalin hubungan sengan sesama manusia. Dan yang paling parah adalah ia bahkan tidak punya ketertarikan seksual terhadap lawan jenisnya!
Sindrom nijikon biasanya lebih banyak menyerang pria. Karena para wanita biasanya lebih menggemari drama-drama yang menampilkan pria-pria tampan dibanding tokoh anime dua dimensi (saya salah satunya). Tidak semua otaku itu nijikon. Para otaku biasanya tidak pernah mengakui dirinya sebagai penderita nijikon. (saya 100% bukan nijikon lho..) Tapi bisa dipastikan sebagian besar nijikon berasal dari kalangan otaku.
Ada dua kasus nijikon yang cukup mengerikan yang saya peroleh. Yang pertama adalah seorang otaku Jepang berusia 27 tahun dengan username sal 9000 menikahi karakter Nene Anegasaki dari game virtual dating Love Plus pada konsol Nintendo DS. Kasus yang kedua adalah Lee Jin-gyu, seorang pria korea yang menikahi dakimakura (bantal bergambarkan karakter anime secara utuh) miliknya, Fate Testarossa. Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan menyelenggarakan upacara pernikahan secara formal lho! (Ckckck, sayang uangnya padahal…)
Nah, sekarang mari kita buktikan apakah kita (saya juga) adalah nijikon atau bukan. Berikut ciri-ciri penderita nijikon:

1. Mengaku-ngaku sebagai pasangan (suami/istri) dari karakter anime/manga yang disukainya. (Hmm.. saya memang menyukai karakter Kudo Shinichi dalam anime Detektif Conan dan Kazehaya Shouta dalam Kimi ni Todoke [nggak cuma itu sih..hehe], tapi saya tidak pernah mengakui beliau-beliau itu sebagai suami saya lho.. Hoho…)
2. Mengubah nama aslinya dengan menghubungkan namanya dengan karakter anime/manga favoritnya, atau mengubah namanya dengan nama berbau Jepang. (Oke, saya memakai nama Edogawa. Salah satu ciri penderita!)
3. Memasang foto karakter anime/manga favoritnya di situs-situs jejaringan sosial sebagai foto utama, biasanya ditambah embel-embel yang menyatakan kecintaannya terhadap karakter tersebut. (wow, saya pernah! Shinichi-kun cinta pertama saya sih…)
4. Untuk membeli barang-barang yang berkaitan dengan karakter/manga favoritnya seorang penderita nijikon rela menghabiskan uangnya. (Tak bisa dipungkiri, rata-rata otaku memang begitu. Tapi saya masih mikir-mikir juga sih kalau ingin membeli merchandise anime… Tergantung keadaan kantong.. hehe)
5. Menghabiskan waktunya dengan menonton anime, membaca manga, atau game-game yang berkaitan dengan anime/manga favoritnya. (Ini sih pasti iya. Tapi itu kalau lagi senggang lho! Siswa yang baik harus menjadikan belajar sebagai prioritas ‘kan? hoho)
6. Cenderung kurang bersosialisasi di dunia nyata. Kalaupun bersosialisasi mungkkin hanya dengan sesama penggemar anime/manga saja, atau dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama dengannya. (Memang sih akan lebih seru dan menyenangkan jika bisa dekat dengan orang yang sehobi dan ‘nyambung’ jika kita membicarakan hobi kita. Seorang otaku sangat butuh otaku lainnya bukan? Tapi saya masih bisa bersosialisasi kok sama manusia. Kalau tidak, sepertinya saya akan ogah membuat blog seperti ini ya?)

7. Biasanya belum memiliki pacar/pasangan dan tidak tertarik dengan manusia nyata. (Yaah.. saya memang belum punya pacar. Belum ingin tepatnya. Saya toh masih SMA. haha)
8. Sering melamun dan selalu beranggapan bahwa karakter favoritnya ada di dekatnya. (tidaaaakkk.. tidak sampai segitunya..)

9. Merasa benci terhadap karakter lain yang dekat dengan karakter yang disukainya. (sebel sih kalau karakter yang deket itu nggak kita sukai. Tapi saya merestui 100% Mouri Ran dengan Shinichi dan Kazehaya dengan Kuronuma Sawako kok. Asal tidak pindah ke karakter lain aja…)
Nah, apakah kalian positif menderita sindrom nijikon? Kalo iya, cepat-cepat ke psikiater terdekat ya! Saya sih masih aman nampaknya. Masih ada makhluk tiga dimensi ciptaan Allah swt yang saya cintai dan idolakan kok. Bagaimanapun juga ciptaan manusia tidak akan pernah bisa disandingkan dengan makhluk ciptaan Sang Khalik bukan?
Sumber: Wikipedia. Majalah Animonster volume 142 edisi Januari 2011.